Sekilas Info
  • Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti. Merpati sengaja dibangkrutkan.
  • Pahlawan Indonesia –TKI Selamatkan Majikan Di Negara Taiwan
  • Jakarta kebanjiran, ini salah siapa dan ini dosa siapa?
 
Link Terkait

 
Maskapai Penerbangan
 
Statistik
  Pengunjung hari ini : 25
  Total pengunjung : 69481
  Hits hari ini : 54
  Total Hits : 184028
  Pengunjung Online : 1

 
Polling

bagaimana pendapat anda dengan pemberlakuan jam kerja baru?

 sangat setuju

 setuju

 tidak setuju

 sangat tidak setuju

Lihat Hasil Poling

 
  • Senin, 27 Januari 2014 - 09:07:42 WIB
    SEMINAR FATIGUE RISK MANAGEMENT SYSTEM (FRMS) DI BANGKOK, THAILAND
    Diposting oleh : Administrator
    Kategori: INTERNAL BALAI HATPEN - Dibaca: 1207 kali


    Perjalanan di Bangkok diawali dengan pengalaman yang sangat berharga bagi kita semua yang akan ke luar negeri  dalam hal pengurusan paspor, sebaiknya perhatikanlah masa berlaku paspor  karena jika kurang dari 6 bulan maka akan ada hal yang agak menegangkan di bandara Soekarno Hatta. Walaupun kita diijinkan pergi ke luar negeri petugas Imigrasi tidak akan mau bertanggung jawab  jika kita dipulangkan dari negera tujuan.Selain itu bawalah barang seperlunya,jangan membawa  barang terlalu banyak karena akan merepotkan diri sendiri bahkan teman kita. Jangan lupa menukar mata uang Negara tujuan dengan pecahan kecil untuk tip sesampainya disana.
    Sekitar pukul 17.00 kami tiba di Bangkok, Alhamdulillah kami dijemput oleh pak Siri protocol  KBRI yang sangat ramah dan suka dengan makanan Indonesia seperti mie cap tiga telor dan bakmie GM, wah bangga juga sebagai orang Indonesia ternyata orang Thailand pun menyukai produk Indonesia. Proses Imigrasi kami berjalan lancar, kami melewati jalur “Premium Lane” (jalur khusus untuk diplomat,air crew,official ) berkat panduan dan arahan bapak Siri.  Selain kami dari Kementerian Perhubungan ternyata KBRI juga menjemput rombongan dari BNN (Badan Narkotika Nasional) dan Komnas Perempuan yang juga akan mengikuti seminar ditempat yang berbeda.
    Ternyata kebahagiaan kami berhenti sejenak karena kami di bawa ke hotel yang salah, nama hotel sama tetapi lokasi berbeda dan lumayan amat sangat jauh  jaraknya, alhasil kami menunggu jemputan kembali dari KBRI untuk ke hotel yang telah kami pesan sebelumnya di tanah air.
    Hari kedua di Bangkok agenda kami adalah menghadiri seminar FRMS ( Fatigue Risk Management System)  di kantor pusat ICAO  Asia Pasific office 2521/1 Vibhavadi Rangsit Road, Chatuchak Bangkok 10900. Thailand Tel: + 66.2.537.8189 Fax:+ 66.2.537.8199  e-mail:apac@icao.int dari hotel Centara tempat kami menginap , kami berjalan kaki menyeberangi jalan untuk ke kantor ICAO.
    Seminar ini dihadiri oleh  perwakilan dari 16 negara yaitu Macao china, Hongkong china, Egypt, Brunei, Australia, Malaysia, Norway, Japan, Republic of korea, Philippines, Singapore, Srilangka, Thailand, India, New Zealand serta perwakilan IATA, IADO, IFALPA, COSCAP jumlah keseluruhan yang hadir sekitar 78 peserta mencakup perwakilan Regulator , perwakilan Operator dan perwakilan crew pesawat yaitu pilot dan parmugari.
    Acara dimulai dengan pembukaan secara resmi oleh Mr.(Asia Pacific Regional Director, ICAO) kemudian sesi foto bersama danpaparan oleh dr.Michelle Millar,  Capt. Jim Mangie, Mr.Ian Banks, Capt.Adrian Abraham, Capt. Darryl, Capt.,  . Kim, Wayne Chapman.
    Perwakilan Indonesia dihadiri oleh Balai Kesehatan  Penerbangan , Direktorat Angkutan Udara dan Angkasa Pura I. Perwakilan Balai Kesehatan Penerbangan adalah dr.Achmad Abdullah,FS dan anggotanya adalah dr. Sri Aryani,FS dan dr.Erma Rezki  Haryati,FS. Perwakilan Direktorat Angkutan Udara  oleh ibu Lusy Widyartie sedangkan Angkasa Pura I diwakili oleh bapak Solichin.
    Setelah acara Seminar selesai kami berkunjung ke KBRI yang berada di daerah Petchburi Road, Ratchatewi, Bangkok 10400. Selanjutnya kami berjalan-jalan ke Mah Boon Krong (MBK) yang tidak begitu jauh dari KBRI melihat pernak-pernik khas Thailand untuk oleh-oleh.
    Hari Ketiga di Bangkok  kami menghadiri seminar FRMS hari ke-2  dengan agenda acara sama seperti pada hari ke-1 yaitu paparan dari dr.Michelle Millar,  Capt. Jim Mangie dan Mr. Viktor. Selain itu, ada diskusi panel oleh Mr. Ian Hosgood  dan acara ditutup oleh Mr.(Asia Pacific Regional Director, ICAO).
    Kesimpulan dari Seminar ini adalah Implementasi  FRMS harus diterapkan bagi Regulator, Operator dan crew.
    Untuk sekedar mengingatkan kita semua tentang apa itu FRMS maka perlu diketahui definisi FRMS itu sendiri apa?
    Fatigue Risk Management System (FRMS) menurut ICAO adalah  suatu sistem/cara memantau dan mengelola kelelahan yang berhubungan dengan risiko keamanan, didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah dan pengetahuan serta pengalaman operasional yang bertujuan untuk memastikan kewaspadaan crew penerbangan. FRMS diperlukan oleh regulator untuk diterapkan sebagai aturan bagi operator dan crew, sedangkan untuk operator berguna untuk  diterapkan pada Perusahan Penerbangan agar dapat mencegah terjadinya Fatigue pada crew, membina hubungan yang baik antara regulator dan crew.
    Guidance FRMS untuk regulator dan operator dapat di unggah www.icao.int. Guidance  untuk regulator (doc.9966) dan operator telah kami serahkan ke perpustakaan Balai Kesehatan Penerbangan dalam bentuk softcopy dan hardcopy.
    Malam hari setelah seminar  kami berjalan-jalan sekitar hotel ke Union Mall dengan pengalaman yang lucu karena untuk sampai ke sana kami bertanya kepada lima orang berbeda dengan jawaban yang berbeda-beda dengan bahasa Thailand sampai bahasa tubuh.
    Hari terakhir kami di Bangkok kami sempatkan berjalan-jalan ke chatuchak weekend market dengan naik taksi. Kami berada di pasar Chatuchak selama kurang lebih 4 jam, ternyata kami banyak menemui orang Indonesia di pasar Chatucak, serasa di Tanah Abang .Setelah puas  kami kembali ke hotel. Sayang selama di Bangkok tidak sempat naik Tuk-Tuk  dan makan makanan Bangkok .  selanjutnya kami menuju bandara svarnabhumi untuk kembali ke Jakarta. Itulah perjalanan kami selama di Bangkok.

    erma & ririn—————————



    Hygiene & Sanitasi Bandar Tanjung Pandan
    Pendataan Odontogram bagi Personel Penerbangan Sipil
  • Galeri Foto