Sekilas Info
  • Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti. Merpati sengaja dibangkrutkan.
  • Pahlawan Indonesia –TKI Selamatkan Majikan Di Negara Taiwan
  • Jakarta kebanjiran, ini salah siapa dan ini dosa siapa?
 
Link Terkait

 
Maskapai Penerbangan
 
Statistik
  Pengunjung hari ini : 25
  Total pengunjung : 69481
  Hits hari ini : 55
  Total Hits : 184029
  Pengunjung Online : 1

 
Polling

bagaimana pendapat anda dengan pemberlakuan jam kerja baru?

 sangat setuju

 setuju

 tidak setuju

 sangat tidak setuju

Lihat Hasil Poling

 
  • Senin, 27 Januari 2014 - 08:58:29 WIB
    Hygiene & Sanitasi Bandar Tanjung Pandan
    Diposting oleh : Administrator
    Kategori: INTERNAL BALAI HATPEN - Dibaca: 1537 kali


        Pada tanggal 8-10 Oktober 2012 kami berkesempatan mengunjungi Bandara HAS Hanajoeddin, Tangung Pandan, Belitung, Kepulaan Bangka Belitung. Tim kami mendapatkan tugas amanah untuk melakukan pemeriksaan keadaan hygienis dan sanitasi bendara HAS Hananjoeddin.
    Kami dari jakarta dengan penerbangan pertama ke pulau belitung. Sekitar pukul 7.30 pagi, kami sudah mendarat di Bandara HAS Hananjoeddin. Kami mendapatkan sambutan yang baik dari Kepala Bandara Bapak Elfi Amir atau yang akrab dipanggil dengan Pak Tevi dan Kasubagnya Bapak Sofyan. Mereka sangat baik merespon kedatangan kami untuk melakukan pemeriksaan ini.
    Setelah kami berbincang-bincang sesaat di ruang kepala Bandara, kami segera diantar oleh staf Bandara untuk berkeliling-keliling Bandara HAS Hananjoeddin.
    Bandara HAS Hananjoeddin adalah Bandara kelas 2 yang merupakan UPT Kementrian Perhubungan Udara. Bandara HAS Hananjoeddin berada di kepulauan Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Bandara ini berada kurang lebih 15 km pusat kota Belitung Barat.
    Ruangan pertama yang kami periksa adalah ruangan kantor pegawai Bandara HAS Hananjoeddin. Ruangan kerja ini sangat baik dengan ventilasi dan penerangan yang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan cuaca kepulauan belitung yang dekat dari laut, maka sehari-hari ruangan perkantoran ini membuka jendela untuk mendapatkan pergantian udara dan menyediakan kipas angin jika dirasa cuaca cukup panas. Untuk penerangan pun, sangat sedikit lampu yang dinyalakan karena ruangan tersebut sudah cukup terang. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengukuran intensitas cahaya yang kami lakukan.
    Kemudian kami mengunjungi terminal keberangkatan, terminal kedatangan, ruang tunggu, dan ruang karantina yang berada dalam satu area gedung bandara. Kami melakukan pengukuran debu dalam ruangan dan intensitas cahaya dalam ruangan. Kami pun melakukan pemeriksaan ke dalam toilet yang menjadi fasilitas umum bagi para pengguna bandara. Bandara HAS Hananjoeddin sangat baik dalam menjaga kebersihan lingkungannya. Terbukti dalam pengukuran jumlah debu yang masih di bawah angka ambang batas, dan intensitas cahaya yang cukup baik dalam tiap ruangannya. Sirkulasi udara juga baik, dengan menggunakan air conditioner yang selalu diservis setiap 3 bulan sekali seperti kami kutip dari penjelasan Bapak Sofyan, Kasubag Bandara HAS Hananjoeddin. Toilet yang tersedia juga cukup bersih, dengan memanfaatkan tenaga honorer sebagai cleaning servis di lingkungan Bandara.
    Berikutnya kami mengunjungi area apron Bandara HAS Hananjoeddin untuk melakukan pengukuran kebisingan di area tersebut. Hasil pengukuran kebisingan pun berada di bawah angka ambang batas yang menunjukkan area apron tersebut masih dalam kondisi baik untuk keberadaan para pekerja.
    Setelah itu area pemeriksaan berikutnya adalah area favorit saya yaitu tower. Meskipun kami harus menaiki tangga yang cukup panjang dan tinggi, tapi sangat menyenangkan rasanya berada di atas tower dengan lapang pandang yang luas karena sekelilingnya jendela kaca yang dapat melihat seluruh area di angkasa. Di dalam ruangan yang berisi alat-alat komunikasi dengan pesawat ini, kami melakukan pengukuran kapasitas debu dalam ruang, intensitas cahaya dalam ruangan dan kebisingan yang terdengar dalam ruangan. Sembari menunggu alat-alat kami mengukur, kami pun berbincang dengan petugas ATC yang sedang bekerja saat itu. Dari hasil perbincangan kami, petugas ATC tidak merasakan gangguan selama melaksanakan tugasnya. Air untuk minum pun sudah tersedia baik dengan air galon isi ulang, toilet yang tersedia juga baik, dan ruangan pun cukup bersih dengan menggunakan AC. Semakin memantapkan lagi dengan hasil pengukuran kapasitas debu, intensitas cahaya, dan kebisingan yang berada di bawah angka ambang batas. Sehingga memang benar terbukti bahwa cerita dari petigas ATC tadi benar adanya.
    Selesai dari tower kami diantarkan dengan mobil bandara yang membawa kami ke area PK-PPK dan TPA sampah Bandara. Area PKPPK berada kurang lebih 500 meter dari area perkantoran Bandara. Mobil pemadam kebakaran yang tersedia juga cukup banyak dan berfungsi dengan baik semua. Petugas PKPPK Bandara HAS Hananjoeddin membantu kami dalam melakukan tanya jawab. Alat-alat pengukuran kami pun juga kami letakkan untuk mengukur kapasitas debu, intensitas cahaya, dan kebisingan. Sekali lagi hasilnya juga sudah cukup baik. Para petuga PKPPK ini memang sebagian besar merokok dan mereka merokok di ruang terbuka sehingga tidak mengganggu keadaan dalam ruangan PKPPK. Toilet di area kerja mereka pun cukup bersih.  
    Tempat terakhir adalah  TPA sampah Bandara yang berada 500 meter dari area terminal. Petugas yang berada di bagian ini sejumlah 3 orang yang setiap hari selalu mengangkut sampah dari Bandara dengan menggunakan gerobak sampah yang ditarik dengan sepeda motor. Binatang vektor pengganggu yang ada adalah lalat. Namun dengan sampah yang selalu dimusnahkan dengan cara dibakar setelah dipilah sebelumnya oleh para petugas, maka jumlah lalat akan berkurang setelah sampah tersebut dimusnahkan.
    Kami pun melakukan pengambilan sampel air dari sumber air sumur dan air rawa. Air di kepulauan Belitung yang terkenal dengan kandungan timah yang banyak, maka tidak salah jika airnya pun banyak mengandung besi. Kandungan besi dan asam sangat tinggi sehingga kepala Bandara menginstruksikan untuk memberikan tawas sebagai penetralisir asam dari air. Namun air untuk konsumsi minum sehari-hari menggunakan air galon isi ulang.
    Cape berkeliling Bandara? Sudah tentu itulah yang kami rasakan. Kami beristirahat di ruangan Pak Tevi. Beliau sangat ramah dan merupakan tuan rumah yang sangat baik. Tapi rasa penat kami selama dalam perjalanan dan melakukan tugas kami terbayar ketika kami beristirahat dan menikmati alam dan kuliner pulau belitung. Pantai Tanjung Tinggi yang berada kurang lebih 30 km dari Bandara HAS Hananjoeddin sangat indah dan menyejukkan mata. Batu-batu besar berada di pinggir hingga tengah pantai yang meiliki air laut berwarna hijau kebiruan. Pasir yang bersih seperti garam dan air laut yang bening membuat kami ingin berlama-lama di sana. Tidak mengherankan jika film Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, mengambil setting pantai tersebut. Pulau dengan pantai yang indah berikutnya adalah pantai Tanjung Kelayang. Pasir yang seputih garam dan pulau-pulau di tengah laut yang sangat indah membuat kami lupa sejenak dengan tugas kami berikutnya untuk membuat laporan hasil pemeriksaan kami. Pantai Pendam juga tak kalah eloknya. Benar-benar keindahan pulau dengan pantai-pantai yang sangat elok memanjakan mata dan pikiran kami. Sangat sayang jika wisata seindah ini terlewatkan begitu saja. Jika dipublikasikan dengan sangat baik dan ditata secara apik, maka menurut saya pulau belitung akan menjadi pulau Bali kedua di Indonesia.
    Makanan  di pulau Belitung juga sangat memanjakan lidah kami. Terutama untuk para pencinta seafood. Sup gangan, kepala ikan katarap yang sangat segar menggunakan nanas bisa membuat kita lupa sudah berapa mangkuk kita makan. Ikan kuwe dan ikan ilak dibakar semakin melengkapi santap kami ketika berada di pulau Belitung. Mie belitung yang lain dari mie yang kami rasakan di Jakarta membuat semakin lengkap kuliner di Belitung. Juga nasi tim ayam yang panas sangat memanjakan lidah kami saat itu.
    Demikian kunjungan kami di Bandara HAS Hananjoeddin pulau Belitung. Dengan Bandara yang sudah baik dan bersih, sebagai pintu masuk pertama wisatawan dan ragam wisata alam yang sangat indah dan elok, maka tidak salah jika pulau Belitung menjadi tujuan wisata untuk berlibur para wisatawan asing dan lokal. Indonesia negeri dengan beribu pulau yang sangat indah, dan Belitung adalah salah satunya. —

    Drg. Meta Yunia Chandra.



    Pendataan Odontogram bagi Personel Penerbangan Sipil
  • Galeri Foto