Sekilas Info
  • Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti. Merpati sengaja dibangkrutkan.
  • Pahlawan Indonesia –TKI Selamatkan Majikan Di Negara Taiwan
  • Jakarta kebanjiran, ini salah siapa dan ini dosa siapa?
 
Link Terkait

 
Maskapai Penerbangan
 
Statistik
  Pengunjung hari ini : 26
  Total pengunjung : 69482
  Hits hari ini : 85
  Total Hits : 184059
  Pengunjung Online : 2

 
Polling

bagaimana pendapat anda dengan pemberlakuan jam kerja baru?

 sangat setuju

 setuju

 tidak setuju

 sangat tidak setuju

Lihat Hasil Poling

 
  • Rabu, 19 Februari 2014 - 08:40:02 WIB
    PENGARUH PSIKOTROPIKA dan NARKOTIKA DALAM DUNIA PENERBANGAN
    Diposting oleh : Administrator
    Artikel » Section: Tips Sehat - Dibaca: 1 kali


     

     

     

    PENGARUH PSIKOTROPIKA dan NARKOTIKA  DALAM DUNIA PENERBANGAN

    Oleh: dr. Yuliana, Sp.KP

     

     

    Menurut Undang-Undang No. 5 tahun 1997:

    Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

    Psikotropika dibagi menjadi beberapa golongan 4 golongan:

    a. Psikotropika golongan I : Lisergida dan Meskalina.

    b. Psikotropika golongan II: Amfetamin dan Metamfetamin.

    c. Psikotropika golongan III : Pentobarbital, Amobarbital dan Pentazosina.

    d. Psikotropika golongan IV : Barbital, Alprazolam dan Diazepam

    Psikotropika yang sekarang sedang populer dan banyak disalahgunakan adalah psikotropika Gol I, diantaranya yang dikenal dengan Ecstasi dan psikotropik Gol II yang dikenal dengan nama Shabu-shabu.

    Apabila dilihat dari pengaruh penggunaannya terhadap susunan saraf pusat manusia, efek psikotropika dapat dikelompokkan menjadi :

    a.    Depresant

    yaitu yang bekerja mengendorkan atau mengurangi aktifitas susunan saraf pusat (Psikotropika Gol 4), contohnya antara lain : Sedatin/Pil BK, Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrak (MX).

    b.    Stimulant

    yaitu yang bekerja mengaktif kerja susan saraf pusat, contohnya amphetamine, MDMA, N-etil MDA & MMDA. Ketiganya ini terdapat dalam kandungan Ecstasi.

    c.    Hallusinogen

    yaitu yang bekerja menimbulkan rasa perasaan halusinasi atau khayalan contohnya licercik acid dhietilamide (LSD), psylocibine, micraline.

     

     

     

     

     

    Definisi Narkotika

    Menurut Undang-undang / UU No. 22 tahun 1997 :

    Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilang rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

     

    Golongan narkotik berdasarkan bahan pembuatannya :

    1. Narkotika Alami seperti ganja dan daun koka.

    2. Narkotika Sintetis/Semi Sintesis yaitu seperti amfetamin, metadon, dekstropropakasifen, deksamfetamin.

    Narkotika sintetis dapat menimbulkan dampak sebagai berikut :.

    a.    Depresan, membuat pemakai tertidur atau tidak sadarkan diri

    b.    Stimulan, membuat pemakai bersemangat dalam berkativitas kerja dan merasa badan lebih segar

    c.    Halusinogen, dapat membuat si pemakai jadi berhalusinasi yang mengubah perasaan serta pikiran.

    3. Narkotika Semi Sintesis / Semi Sintetis seperti heroin, morfin, kodein, dan lain-lain.

     

     

    PEMERIKSAAN LABORATORIUM

    Pemeriksaan laboratorium biasa di uji di lab antara lain : Golongan Amfetamin (sabu-sabu), Benzodiazepin, Kokain, Opiat (morphin) dan Ganja (Kanabis / Marijuana).

    Bahan pemeriksaan yang digunakan adalah urin (paling banyak digunakan), darah, rambut dan keringat.

    Jika seseorang kedapatan mengandung zat-zat tersebut didalam urinnya maka untuk memastikan apakah orang tersebut pengguna narkoba atau bukan maka harus dilakukan tes konfirmasi. Hal ini sangat diperlukan mengingat banyak obat-obatan di pasaran bisa mengganggu tes narkoba ini misalnya jika kita meminum obat flu atau batuk yang mengandung zat ephedrine bisa memberikan hasil positif pada tes Amfetamin. Walaupun banyak obat-obatan yang bisa mempengaruhi tes narkoba ini menjadi positif palsu tetapi hal tersebut bisa diatasi dengan berbagai tehnik laboratorium. Selain lewat urin, pemeriksaan dapat juga dilakukan lewat rambut dimana rambut menyimpan kadar zat NAPZA dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan spesimen lainnya.

     

     

    PENGARUH ZAT PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIK DALAM DUNIA PENERBANGAN

     

    Narkotika dan Psikotropika adalah dua zat yang berbahaya. Zat ini dapat  menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. Misalnya, mengubah perilaku dan emosi seseorang, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. Psikotropika adalah zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.

     

    Contoh jenis narkotika dan efek yang ditimbulkannya

    1.    Kokain digunakan karena secara karakteristik menyebabkan elasi, euforia, peningkatan harga diri dan perasan perbaikan pada tugas mental dan fisik. Kokain dalam dosis rendah dapat disertai dengan perbaikan kinerja pada beberapa tugas kognitif.

    2.    Sabu sering dikeluhkan sebagai penyebab paranoid (rasa takut yang berlebihan), menjadi sangat sensitif (mudah tersinggung), terlebih bagi mereka yang sering tidak berpikir positif, dan halusinasi visual.

    3.    Ecstasy/XTC mulai bereaksi setelah 20 sampai 60 menit diminum. Efeknya berlangsung maksimum 1 jam. Seluruh tubuh akan terasa melayang. Kadang-kadang lengan, kaki dan rahang terasa kaku, serta mulut rasanya kering. Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang. Mungkin pula akan timbul rasa mual. Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas (untuk itu diperlukan sedikit udara segar). Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. Kepala terasa kosong, rileks dan "asyik"

    Ketiga macam jenis NAPZA (Narkotik, Psikotropika dan zat adiktif lainnya) diatas memberikan efek yang bersifat adiksi dan menimbulkan ketergantungan.

     

    Jika dihubungkan dengan penerbangan terlihat jelas sangat membahayakan jiwa penumpang jika penerbang dalam melaksanakan tugasnya sebagai pilot atau copilot juga mengkonsumsi napza ini, dimana selain memberikan efek “positif” juga memberikan efek “negatif” untuk seorang penerbang. Atau seperti yang telah disebutkan bahwa terdapat 3 efek yaitu depresant/efek “negatif”, stimulant dan hallusinogen merupaka efek “positif” bagi pemakainya.

    Efek negatif salah satunya adalah dapat menurunkan bahkan timbul kerusakan penglihatan malam hari pada pilot tersebut. Seperti diketahui penglihatan malam hari sangat penting bagi pilot yang bertugas pada malam hari  atau pada kondisi intensitas cahaya yang kurang. Efek “positif” yang dirasakan oleh pemakai tersebut, namun sangat berbahaya/ “negatif” bagi orang lain yaitu timbulnya halusinasi visual, dimana halusinasi visual dan ilusi yang muncul merupakan masalah spatial disorientasi yang tentunya ini akan berpengaruh pada keselamatan penerbangan.  

     

    Selain itu efek XTC yang dapat memberikan efek seolah-olah menjadi lebih hebat, euforia tentu akan membuat pilot tersebut overconfident. Euforia dan overconfident juga merupakan salah satu gejala dari hipoksia dimana merupakan gejala yang tidak diharapkan muncul pada seorang pilot karena dapat mengganggu performance dalam tugas terbangnya.

     

    Terpenting juga dari seorang pemakai napza adalah timbulnya kesulitan dalam berpikir dan mengambil keputusan, sedangkan seorang penerbang diharuskan mempunyai kemampuan dalam berfikir dan mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam menghadapi berbagai masalah di udara yang berhubungan dengan keselamatan penumpangnya.

     

    Kesimpulannya bahwa Napza ini bekerja menyerang otak tengah atau sistem syaraf pusat manusia. Sehingga, Napza ini ampuh sekali mengubah pola pikir, mental, dan perilaku manusia yang memakainya. Besar harapan agar jangan sekali-kali mencoba untuk memakainya apalagi bagi seorang penerbang yang tugas terbangnya berhubungan erat dengan keselamatan banyak orang yaitu keselamatan diri sendiri, crew  dan penumpangnya.

                           

     

               “ NAPZA, DIKENALI UNTUK DIJAUHI ”

     




    DAMPAK PERMASALAHAN GINEKOLOGI/KANDUNGAN
    Tips Mencegah Bau Mulut
    keterampilan
    Terapi airminum
  • Galeri Foto