Sekilas Info
  • Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti. Merpati sengaja dibangkrutkan.
  • Pahlawan Indonesia –TKI Selamatkan Majikan Di Negara Taiwan
  • Jakarta kebanjiran, ini salah siapa dan ini dosa siapa?
 
Link Terkait

 
Maskapai Penerbangan
 
Statistik
  Pengunjung hari ini : 25
  Total pengunjung : 69481
  Hits hari ini : 58
  Total Hits : 184032
  Pengunjung Online : 1

 
Polling

bagaimana pendapat anda dengan pemberlakuan jam kerja baru?

 sangat setuju

 setuju

 tidak setuju

 sangat tidak setuju

Lihat Hasil Poling

 
  • Selasa, 18 Februari 2014 - 15:03:16 WIB
    DAMPAK PERMASALAHAN GINEKOLOGI/KANDUNGAN
    Diposting oleh : Administrator
    Artikel » Section: Tips Sehat - Dibaca: 1 kali


    DAMPAK  PERMASALAHAN GINEKOLOGI/KANDUNGAN  DALAM TUGAS TERBANG Dan CARA MENGATASINYA

    Oleh : dr. Yuliana, Sp.KP

     

    Permasalahan yang dimaksud  disini adalah keluhan kandungan  yang mungkin dapat dialami oleh personil penerbangan khususnya aircrew perempuan. Dimana aircrew yang mengalami permasalahan seperti akan diuraikan dibawah ini akan dapat mengganggu dalam melaksanakan tugasnya baik sebagai pilot  perempuan ataupun pramugari. Permasalahannya antara lain:

     

    1.      DISMENORE

    Definisi Dismenore

    Beberapa definisi dismenore yaitu:

    a. Dismenore adalah sakit saat menstruasi sampai dapat mengganggu aktivitas sehari – hari

    b. Dismenore adalah nyeri di perut bagian bawah ataupun di pungung bagian bawah akibat dari gerakan rahim yang meremas – remas (kontraksi) dalam usaha untuk mengeluarkan lapisan dinding rahim yang terlepas.

    c. Dismenore adalah nyeri saat haid yang terasa di perut bagian bawah dan muncul sebelum, selama atau setelah menstruasi. Nyeri dapat bersifat kolik atau terus menerus.

    Pembagian dismenore

    Dismenore dapat dibagi menjadi dismenore primer dan sekunder.

    a.    Dismenore primer terdapat pada 40-50% perempuan muda dan dikatakan 15%nya dapat menyebabkan terganggunya aktifitas atau pekerjaan. Dismenore primer ini berhubungan dengan siklus sel telur/ovulatory cyclic.

    b.   Dismenore sekunder dapat terjadi pada kondisi kelainan organ ginekologi seperti endometriosis, adenomiosis, penyakit intra pelvis dan stenosis pada rahim.

    Nyeri  pada dismenore bersifat nyeri spasme/kram pada rahim  yang dapat terjadi 2-3 hari sebelum menstruasi  atau pada saat menstruasi.  Hal ini dapat dijadikan pertimbangan dalam menyusun/merencanakan waktu terbang.

    Dismenore juga dapat disertai dengan low back pain/nyeri tulang belakang, muntah, sakit kepala, pusing dan diare yang tentunya dapat mengganggu dalam tugas terbang atau melayani penumpang.

    Menurut Wiknjosastro (2007) terdapat beberapa faktor yang  dapat mempengaruhi dismenore antara lain:

    a. Faktor Kejiwaan

    b. Faktor Konstitusi/non kejiwaan, antara lain:

    1) Anemia

    2) Penyakit menahun

    c. Faktor Obstruksi Kanalis Servikalis

    d. Faktor Endokrin

    e. Faktor Alergi

     

    Menurut Medicastore (2004), wanita yang mempunyai resiko menderita disminore primer adalah:

    a. Mengkomsumsi alkohol

    b. Perokok

    c. Tidak pernah berolah raga

    d. Stres

     

    Untuk mengatasi permasalahan dismenore ini dapat dilakukan melalui 3 cara:

    ·         Suportif

    ·         Farmakologi/menggunakan obat-obatan.

    ·         Tanpa/dengan tindakan  operasi

    Dari penelitian dikatakan sebanyak 80-90% perempuan yang mengalami dismenore dapat disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan. Jika setelah 3-6 bln menggunakan obat-obatan tidak ada perbaikan maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa laparoskopi untuk mengevaluasi/mencari penyebab sekunder lainnya.

     

    2.         PREMENSTRUAL SYNDROME/GEJALA-GEJALA SEBELUM MENSTRUASI

    Gejala-gejala sebelum menstruasi ini dapat mengenai 85% perempuan yang mengalami menstruasi dan gejala memburuk pada 5-15% perempuan dan dapat menyebabkan gangguan atau inkapasitasi mendadak. Gejala-gejala yang sering terjadi adalah depresi, mudah tersinggung, cemas, bingung, sakit kepala, bloating dan payudara keras dan sakit. Selain gejala tersebut dapat juga menyebabkan berkurangnya konsentrasi, kewaspadaan menurun, indecisiveness dan fatigue. Tentunya semua gejala diatas dapat berpengaruh dan mengganggu aircrew dalam melaksanakan tugasnya baik sebagai pilot perempuan ataupun pramugari.

     

    Kedua permasalahan di atas dapat menjadi gambaran agar aircrew perempuan dapat lebih diperhatikan dalam segala hal terutama pengaturan jadwal terbang supaya menghindari jadwal terbang pada saat mendekati siklus menstruasi khususnya hari-hari pertama menstruasi dimana pada kebanyakan perempuan mengalami gejala-gejala yang sangat tidak nyaman apalagi dengan adanya gejala tersebut kemudian dipaksakan untuk bekerja/ terbang/beraktifitas yang berhubungan dengan orang banyak , tentu akan berakibat tidak baik. Beberapa studi lainnya juga mengatakan bahwa perempuan yang sedang menstruasi juga terbukti sangat rentan terhadap penyakit akibat perubahan tekanan atau yang disebut dengan penyakit dekompresi. Penyakit dekompresi ini dapat diakibatkan oleh perubahan hormonal pada saat menstruasi/ siklus menstruasi dan menopause.

    Di bawah ini adalah salah satu cara untuk mengatasi dismenore, yang dsebut dengan tehnik relaksasi nafas dalam.

    Tahap persiapan pelaksanaan teknik relaksasi nafas dalam ini adalah:

    a. Persiapan lingkungan: lingkungan tenang, nyaman, kursi dan matras jika diperlukan.

    b. Persiapan responden atau klien: klien relaks 

    Adapun prosedur pelaksanaannya antara lain:

    a. Ciptakan lingkungan yang tenang

    b. Usahakan tetap tenang dan rileks

    c. Menari nafas dalam dari hidung dan mengisi paru- paru dengan  udara melalui hitungan 1, 2, 3

    d. Perlahan- lahan udara dihembuskan melalui mulut sambil merasakan ke-2 ekstremitas rileks

    e. Anjurkan bernafas dengan irama normal 3 kali

    f. Menarik nafas lagi melalui hidung dan menghembuskan melalui  mulut secara perlahan- lahan

    g. Membiarkan telapak tangan dan kaki rileks

    h. Usakan agar tetap konsentrasi atau mata sambil terpejam

    i. Pada saat konsentrasi pusatkan pada daerah yang nyeri

    j. Anjurkan untuk mengulangi prosedur hingga nyeri terasa berkurang

    k. Ulangi sampai 15 kali dengan diselingi istirahat singkat setiap 5 kali




    Tips Mencegah Bau Mulut
    keterampilan
    Terapi airminum
  • Galeri Foto